Sang Mistikus berkata "jika engkau merasa ada, maka sejatinya engkau tidak ada"..Kualitas Maha hanya didapat tatkala diri hilang, dan barulah muncul kesejatian eksistensi, oleh karena hasrat dan cinta itu sangatlah tipis perbedaannya..Oleh karena keyakinan dan kesombongan juga demikian..pula kepasrahan dan usaha.Cinta itu menyatukan..Tetapi hasrat juga demikian..Tetapi penyatuan cinta itu murni dan alamiah, tak sama sekali ada kata memaksa, menekan, menjadikan yang lain sebagai robot..Sedangkan hasrat itu selalu ingin menguasai, menghegemoni, menundukkan yang lain hingga hilang kedendak dan kebebasannya...
Apalah kehidupan bisa berjalan dengan hasrat?
Tentu engkau akan mengatakan tidak...Maka kembalilah pada cinta.Diri harus diperiksa sedemikian rupa..Adakah kehendak ingin menguasai? Ini tidak sama dengan berhenti mengajak yang lain pada ketulusan cinta..Aku memperingatkan, namun keputusan sepenuhnya ada padamu...Itulah Muhammad..
Keyakinan melahirkan gairah pada gerak, hingga lahirlah ikhtiar tanpa henti..Sedangkan ego dan kesombongan akan menahan kafilah perubahan..Engkau pasti ku temui, maka berilah aku arah..ini keyakinan..Tak perlulah bergerak lagi, sebab semuanya telah sedemikian jelas..Cinta terlalu jelas sehingga ia harus dicari...Dan bukannya "tidak perlu lagi dicari karena ia sudah jelas"... Cinta melahirkan gairah tiada henti, sementara hasrat dan kesombongan selalu memunculkan kejenuhan dan stagnasi...Kemudian berputarlah kita dalam satu lingkaran tanpa ujung, tan tanpa pangkal.. Berpaling pada yang remeh-temeh karena hendak berlari dari kejenuhan..
Apa yang tidak dimiliki oleh yang telah menemukan-Mu?
Dan apa yang dimiliki oleh oleh yang tidak menemukan-Mu?..(Imam Husein)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar