Apa itu buku?
Aku melihat tulisan sebagai simbol tak beraturan..Aku melihat aturan dalam kekacauan..Engkau barangkali terlalu kaku menempatkan dirimu..Engkau tidak punya daya pikir yang menembus tembok dan selaput..Sebab engkau pikir hidup itu metode baku..Cukup ditiru, maka jadilah..Seluas kebingungan, itulah aku menapaki perjalanan..Ke barat tak cukup, aku ke timur. Sekadar melompat untuk mempercepat pencaian..Setelah aku di ambang pintu, aku terusir tanpa diusir, dan akupun melirik tempat yang lain..Ku langkahkan kaki dalam satu alasan sederhana.."Kemudian saudara perempuanku berkata "bapak menyuruhku menahan kepergianmu"..Ini aku dengar setelah aku didah tiba di tempat yang tidak dikehendaki oleh kabar samar-samar itu..Saat aku tiba, ada kabar lain yang bercerita tentang penyambutan penuh gairah dari yang melarangku itu.."Apa arti semua ini"? Bagaimana imajinasi matematisku akan bekerja mengisi tanda demi tanda yang tidak beraturan itu...?
Hidupku adalah perjalanan penuh improvisasi..Kecemerlangan muncul dalam paruh gerak yang sedang aku lakoni..Kemudian aku balik arah.aku banting setir sama sekali..Dan saat ini dan disini, aku punya keyakinan, bahwa geometri dan bilangan, bentuk dan materi, vertikal dan horizontal, langit dan bumi, laki-laki dan perempuan, dan dua bentangan sayap itu bersatu pada kerangka yang tetap dan pasti, dan sekaligus ia begitu kreatif..Pada akal, ia adalah transendensi.Pada imajinasi ia adalah tarian dan syair harapan dan kecemasan..Pada indra ia adalah keadilan yang dibuktikan dengan tindakan dan keteladanan..Akal pada tubuh, akal pada imajinasi, akal pada akal..Di atasnya adalah kesederhanaan dan absoluditas penuh kegaiban..Dan kutemukan itu pada dirinya..Pada dirinya..Pada pribadi yang menyerap segalanya pada poros dan inti tanpa kehilangan akal sehat untuk membunuh semua kekhasan dan bakat, dalam satu gerak lurus kedepan dengan begitu progresifnya, oleh karena ia memahami rahasia alam "antara" yang menentukan hubungan dua sayap..Fase "antara" dalam sejarah, fase "antara" dalam diri,.."antara" dalam abad, tahun, bulan, minggu, hari, jam, menit, detik, sekond, bahkan lebih tipis dari mata silet,.Ke atas ia imajinasi non material yang menyerap cahaya dari sumbernya..Kebawah, ia imajinasi material yang mengambil peran bimbingan melalui tubuh yang berakal..
Antara nyata dan tersembunyi..Antara laki-laki dan perempuan, antara langit dan bumi.Antara masa lalu dan masa depan .Allah...Antara...Akbar...Tidakkah engkau melihat betapa kematian itu menjadi syarat kesempurnaan?..Dimanakah sosok penghubung itu dipanngung sejarah ini? Dimanakah sosok antara itu didalam shalatmu, dimanakah sosok antara itu dalam tarikan dan hembusan nafas? Tetapi jika imajinasimu terlalu sempit, maka engkau tidak akan menemukannya sama sekali..Meskipun seisi rumah dipenuhi buku, meskipun setiap saat engkau mendengar orang-orang bodoh itu berceloteh tentang kebenaran...Lepaskan saja burung imajinasi itu..Tetapi ia akan hinggap di pohon apa dan dahan sebelah mana? Tapi kata orang-orang bingung itu, tahan-dahan itu adalah cerita bohong, mitos, lelucon..Aku bilang, dialah subyek asli pencipta ekspresi dalam kebudayaanmu, kebudayaanku, dan segala macam kebudayaan di muka bumi ini...
Sampai aku begitu jauh terbang, dan menemukan, bahwa aku butuh jangkar, butuh tiang dan sandaran..Butuh pijakan..Butuh sumber harapan dan kasih sayang..Bila tidak, maka rusaklah kemuliaan itu dan kemudian berubah menjadi perempuan liar yang pasrah pada imajinasi yang menembus tebal ataupun tipisnya selaput...Aku telanjangi engkau dipikiran..Karena engkau tidak membalut diri dengan pakaian rahasia dan ketersembunyian..Sekalipun tampak engkau bercadar..Aku mau pemandu, bukan penghalang..Aku butuh sumber kejernihan yang senantiasa memberi harapan dan belaian tanpa batas..Bukan si bodoh yang kebablasan bicara kesetaraan, pula hak dan kewajiban..
