Kamis, 28 Oktober 2010

Dialog Dengan Bang Mustamin AL-Mandari Tentang Metafisika Wujud

bg..kenapa ketunggalan itu harus melahirkan kemajemukan???
15:02
hahaha, pertanyaan sulit
kalau ini menyangkut Allah yang tunggal melahirkan makhluk yang majemuk, mungkin harus diluruskan
kalau menyangkut dalil sebab akibat secara umum, bisa jadi memang satu sebab melahirkan lebih dari satu akibat
begitukah? heheh
15:09
apa seperti yg dikatakan imam Ali..Engkau tampak melalui ketersembunyian, dan engkau tersembunya dalam penampakan...Kalau saya memahami, hubungan mahluk dan tuhan (Zat) itu adalah hubungan penciptaan yg abadi...artinya, hubungan ini mustahil berubah, dlm arti mahluk mejadi tuhan setelah akhir gerak...Yaitu bahwa kesempurnaan itu meniscayakan adanya dua kutub ini, dan bukan segala sesuatu menjadi Tuhan....Jadi sampai kapanpun penciptaan itu tdk akan berakhir (mahluk menjadi Tuhan...atau gama bg??
15:10
Makhluk hanya mumkinul wujud Ustadz.
Kata Mulla Shadra, semua makhluk itu hanya bayangan cermin, hanya "hubungan", tidak wujud sebagaimana wujud Allah
Ketika yang bercermin itu pindah dari depan cermin, bayangan ndak ada lagi. Hubungan antara Allah dan makhluk adalah hubungan itu sendiri.
15:14
jadi "hubungan itu sendiri" itu abadi ya??
15:15
sebab tidak akan menjadi sebab tanpa adanya akibatnya
15:20
tp dlam sudut pandang lain, akibat itu lahir dr sebab (akibat sebagai bayangan dr sebab)...karenanya ia tdk sama dgn sebab...jadi kalau saya pahami " hubungan causasi itu abadi, namun status keberadaan (kesempurnaan) antara sebab dan akibat itu berbeda...jadi rumus berbeda tapi satu, dan satu tp berbeda itu apa bisa berakhir???
15:21
kalau akibatnya tidak ada, apakah satu ekstensi bisa disebut sebab?
Memang tidak sama antara sebab dan akibat
mereka tidak bisa pisah, tetapi sebab tetap harus "duluan" daripada akibat
namun dalam hal makhluk dan Tuhan, makhluk itu hanya bayangan Tuhan.
15:27
berarti kesempurnaan itu adalah setiap matahari mesti melahirkan cahaya kan? dan bukan cahaya menjadi matahari (sehingga seolah-oleh tdk ada lg cahaya, hanya matahari yg ada)...sebab ini kontadiktif...lantas akhi r gerak itu dimana bang, jika kita tdk bisa menjadi Tuhan (matahari)?...apakah itu artinya gerakan abadi??
15:31
Yang saya pahami, gerak manusia menyempurna itu adalah gerak dari kegelapan menuju cahaya, dan gerak di dalam cahaya dari ujung cahaya mendekat ke sumber cahaya: ujung cahaya pas di sumber cahaya itu.
Aih, contohnya susah betul hehe
15:32
bagaimana kalau disebut "gerak menyempurna, namun mustahil menjadi zat sebagaimana hakikat zat itu dlm kualitas intrinsiknya??
15:33
dari gelap ke cahaya, dari ujung paling tidak terang ke ujung paling terang kan menyempurna toh?
15:34
ya...Allah...Uda pusing saya
abstrak banget
15:37
hahaha...
saya juga gak ngerti...
hahaha
15:39
tp saya sudah mulai sedikit mehami...Mkasih bang
15:40
Ok Ustadz. Saya mau pulang ke rumah dulu...
C U
15:44
salam sm keluarga bang
15:46
Makasih...
Tapi ini jemputannya telat rupanya. Jadi masih nunggu sambil baca2 koran hehe
15:46
hahaha...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar