Sabtu, 09 Oktober 2010

Catatan Tentang Akal, Kehendak, dan tindakan

Perlulah kiranya ku urai masalah tindkan manusia...Sebab hewan juga bertindak..Hewan tidak punya potensi untuk menolak segala kebutuhan naluriahnya.Ia lapar maka ia makan.Bersetubuh juga tak pandang siapa..Tidak beradap adalah predikat yang tidak bisa dilekatkan pada binatang..Aku juga begitu jika makan..Tapi binatang rasional.Hewan berpikir..Punya kekuatan membaca dampak..Kemudian aku memilih melakukan ini dan tidak melakukan itu...Aku punya kehendak...Bagimana jika sekiranya kebebasan itu tidak ada? apakah yang salah bisa disebut salah? Bayangkanlah tentang sebuah tindakan tanpa alasan apa-apa? Apakah kebaikan bisa dipandang bermakna? sesuatu yang tidak untuk apa, maka sesuatu tersebut tidak bisa disebut sebagai kebaikan...Lantas apa sesungguhnya tujuan dari pada segala sesuatu itu? Yang lebih rendah tak bisa jadi alasan..Bukanlah tujuan jika titik tersebut terbatas...Tujuan mestilah yang melampaui batasan-batasan...Maka gerakan yang dilakukan olehku sebagai manusia akan menjadi bermakna...Bermakna karena setiap saat selalu berarti, dan titik selanjutnya akan menjadi lebih dari yang sebelumnya...Tidak ada pengulangan, juga stagnasi...Sederhana saja...Nilai sebuah tindakan ditentukan oleh tujuan yang tak terbatas itu sendiri, dan bukan sekadar manfaat praktis apa yang bisa langsung didapatkan...Karena burung juga membuat sarang sebagai tempat berteduhnya....Binatang juga bergerak mencari makan...karenanya, apa yang mereka lakukan tidak bisa disebut sebagai baik atau butuk, oleh karena ia hanya terbatas pada menjawab naluri...mereka tidak bergerak untuk mencari tujuan yang lebih dari pada itu...Oleh karena tak ada akal pun kebebasan berkehendak...Sampai suatu ketika sang mistikus berkata...Rasakan sendiri kenikmatan yang merasuki jiwa raga pada satu gerak lurus yang dekat, semakin dekat, teramat dekat tanpa kata-kata...

Jogja.GOWOK,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar