Seiring perkembangan, kita mulai sadar, bahwa memang kita punya kebebasan..Kita berhak memilih...Tentang kehendak bebas ini, sebagian besar memberi penjelasan bahwa ia mesti ada, agar tindkan manusia menjadi bernilai, terlepas dari apakah ada faktor2 lain yang mendeterminasi pilihan itu sendiri...
Aku tidak cuku puas dengan penjelasan semacam ini...Bagiku, yang penting dijelaskan adalah, bagimana kehendak itu muncul dari bentuk yang lebih rendah dari padanya, yakni alam tumbuhan, dan hewan? Apakah kehendak itu adalah pemberian dari luar setelah manusia mencapai usia tertentu, atau ia adalah bentuk lebih tinggi dari aliran gerak mari dan hewan? Kenapa kehendak itu mesti ada? apa kaitannya dengan eksistensi alam semesta? Apakah alam ini bisa eksis tanpa kehendak bebas, atau sebaliknya? Selanjutnya adalah, bentuk eksistensi apa lagi yang akan dicapai oleh gerak ikhtiyari (kehendak) tersebut?
Sebelumnya aku menulis tentang kaitan antara wujud, sistem alam, dan manusia sempurna..Setelah coretan renungan itu kutulis, tiba-tiba saja, pertanyaan-pertanyaan diatas menghinggapi pikiranku...Bagaimana mungkin aku tidak menjawabnya, oleh karena kebanyakan orang cukup puas dengan argumen bahwa "kehendak bebas itu mesti ada, agar tindakan manusia menjadi bernilai"...Tidak ada teman yang bisa kuajak bersama memecahkan pertanyaan-pertanyaan diatas..Maka kupilih untuk menuliskan saja semuanya, sambil berdialog dengan pikiranku sendiri saat jemari menari-nari...Ayo kita mulai...!!!
Ku katakan...Aku menulis tentang wujud, sistem alam, dan insan alkamil...Tentang bagimana relasi organis di alam itu haruslah melahirkan eksistensi yang lebih tinggi (manusia) agar keseimbangan itu tetap ada...Pada titik itulah, pertanyaan tentang kehendak itu bermula...Bahwa yang kita sebut manusia adalah kehendaknya.Kita memiliki pilihan yang berpijak pada kesadaran tentang segala kemungkinan dari pada pilihan yang kita ambil...Di depan saya ada api..Jika saya menceburkan diri kedalamnya, maka saya akan terbakar.Bila sebaliknya, maka saya tidak akan terbakar..Tetapi bila saya mau, maka saya bisa saja memilih masuk kedalam api tersebut, meskipun harus terbakar...Bebas..Benar-benar bebas..tak pandang benar atau salah, baik atau buruk...Saya menghendaki agar tidak terbakar meskipun saya masuk kedalam kobaran..Benar bahwa keinginan atau kehendak itu bebas...Tetapi bagaimanapun juga, ia akan terkait dengan konteks tertentu...Demikianlah pengertian dari pada kebebasan itu sendiri...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar