Di abaikan sama sekalipun, itu tidak berpengaruh baginya..Di puji dengan seribu satu macam pujian, semuanya tidak akan dapat mewakili kesempurnaannya..Bila di dekati, karunia tak terbayangkan akan diperoleh...Maka Sayyidah Fatimah pun berkata "Aku mendekati-Mu bukan dengan amalku. Ku sembah diri-Mu dengan sejuta harapan, hanya harapan".
Dan biarkan ego menjauh...Arahkan diriku, keinginanku, dan semuanya sesuai kemauan-Mu.
Tawakkal yang muncul dari sujud penuh tafakkur..Apa yang bisa dikatakan? Tiba-tiba, air mata jatuh...Ada rasa syukur yang keluar dari hati..Hati yang "ketika berdiri sebelum takbir ia berbisik" "Apapun diriku, sebesar apa salahku, sedalam apa ketergelinciran diriku, Engkau lebih tahu..Yang bersih tak terkira tidak bisa didekati oleh kotoran..Identitasnya, esensinya tidak sama...Tapi apa daya..Inilah aku dengan lalai dan hinaku...Aku tetap ingin berucap..Aku akan bertakbir...Allahu Akbar...Terima aku di kediaman Ridha dan Muhammad SAW...
Ruku...Wahai Pintu Rahman...Sayangi daku
Sujud...Wahai Pintu Rahim...Kasihani aku dengan Kasih yang Sempurna...
Ku hadirkan bayang diri dalam imajinasi...Membayangkan bentuk diriku yang paling indah..Paling bagus..Sebab Engkau terima aku disitu..Itu yang aku tahu...Di Tahiyat kedua...
Sampai suatu saat, dia datang...Memberi gairah pada sembahku, dan menghilangkan kejenuhan yang membuat aku kadang berlari menjauhi-Mu, padahal tinggal selangkah lagi kita bertemu...(Pasti Berjumpa)...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar