Kamis, 22 Juli 2010

Ketetapan dan Gerak.Ketunggalan dan Kemajemukan...Tema Paling Tinggi (Ibn Al-Arabi)

Zeno mengatakan bahwa gerak itu adalah ilusi pikiran..Sebabnya adalah "karena gerak itu melewati titik-titik tak terhingga, sedangkan ketakterhinggan itu sendiri adalah situasi diam..Yang berjalan sepuluh kilo meter maupun yang hanya selangkah adalah sama saja..Sama-sama diam...
Ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh Zeno tersebut, namun tidak berarti bahwa gerakan atau perubahan itu tidak ada, atau semata-mata ilusi pikiran...Dalam kenyataannya, kita mengetahui dan menyadari bahwa ada perubahan pada yang bergerak dari satu keadaan atau bentuk kepada keadaan atau bentuk lainnya..Dari nol derajat cc, air berubah dan mencapai derajat yang lebih tinggi dari sebelumnya..Apakah kita akan memaksakan diri untuk mengatakan bahwa yang demikian ini adalah situasi diam? Jawabannya tentu tidak, sebab sekali lagi, ada perubahan keadaan yang begitu nampak dari yang bergerak itu sendiri..

Bagaimana perubahan-perubahan itu terjadi?
Jika saja sesuatu yang bergerak itu tidak memiliki potensi untuk mencapai bentuk yang lain baik yang lebih tinggi atau sebaliknya, maka perubahan itu sendiri pastilah tidak pernah mewujud..Bagimana mungkin sebiji tumbuhan akan melahirkan buah-buahan, bila ia tidak memiliki potensi dalam dirinya untuk menjadi sesuatu yang baru tersebut? Barangkali ini tidak terlalu sulit untuk dimengerti..Namun pikiran akan dituntut lebih dalam menyikap tabir dan menemukan rahasi gerak, tatkala kita sampai pada pertanyaan tentang "Bagimana gerak itu terjadi"?

Potensi menjadi yang dimiliki oleh yang bergerak itu pada dasarnya hanyalah sebatas kemungkinan murni..Artinya, sesuatu dapat "menjadi" oleh karena ia digerakkan oleh Penggerak...Dan Eksistensi Sang Penggerak bagaimanapun juga mestilah bersifat Sempurna secara Aktual.Artinya, Eksistensi penggerak itu sendiri tidak lagi bergantung pada sesuatu penggerak yang lain...Jika kita asumsikan bahwa Kesempurnaan dari pada Eksistensi Penggerak itu potensial, maka semestinya eksistensi atau keberadaan itu tidak mungkin ada..Namun jelas sekali bahwa pengandaian ini bersifat retoris semata.Telaah singkat ini menghantarkan kita pada satu kesimpulan bahwa sebab utama dari pada gerak itu sendiri adalah Wujud Maha Sempurna (Kesempurnaan Aktual). Tetapi kita masih harus menelusuri lebih jauh lagi, sebab pemaparan di atas belum sepenuhnya memuskan dahaga rasio...

Kita pun beratanya, bila Kesempurnaan Aktual adalah sebab dari pada gerak, maka semestinya Eksistensi ini bersifat tetap, atau mandiri dengan dirinya sendiri, dan segala yang disebut sebagai potensi adalah ketiadaan itu sendiri...Konsep tentang kemungkinan atau potensialitas itu dengan demikian hanyalah sudut pandang pikiran saja, dan tidak sebagai sebuah eksistensi yang berdiri sendiri..Karenanya, harus dikatakan kembali bahwa yang eksis hanyalah Wujud Sempurna saja..Namun bagaimana, jika gagasan kita tentang kesempurnaan itu lebih dekat pada kesimpulan tentang ketetapan (bukan gerak) dari yang Sempurna itu sendiri...Bagaimana Kesempurnaan Aktual yang total dan tidak terbatas (sederhana) itu memunculkan efek berupa gerak sebagai penyikapan kesempurnaan pada bagian-bagian yang mengalir satu arah dan bersifat konstan?

Pertanyaan diatas membutuhkan kekuatan abstraksi tersendiri...
Mengatakan bahwa Eksistensi Murni itu adalah realitas satu-satunya yang meliputi segala sesuatu merupakan hal yang tidak terlalu sulit dipahami..Namun bagaimana ketunggalan itu melahirkan gerak dan perubahan adalah perkara yang cukup pelik bagiku..Namun tak apa-apa, dengan tafakkur yang sabar, kita sangat bisa menjawab persoalan yang satu ini...Karenanya, marilah kita membicarakan lebih dalam lagi ikhwal konsep kesempurnaan itu sendiri.Barangkali dari sini, kita akan menemukan jawaban-jawaban yang memuaskan dahaga rasio...

Bisakah kita membayangkan tentang Eksistensi sempurna yang tidak melahirkan efek atau tindkan apa-apa? Menurutku, adalah bukan sempurna, bila kesempurnaan itu tidak beriringan dengan keharusan lahirnya akibat-akibat tertentu. Justru kesempurnaan menjadi kehilangan artinya, jika kita andaikan tidak ada apa-apa yang lahir darinya...Jika tidak ada efek yang muncul dari kesempurnaan itu, maka kesempurnaan menjadi cacat dengan sendirinya, dan karenanya, ia harus menggantungkan dirinya pada Eksistensi yang jauh diatasnya dan bila begitu seterusnya, maka lagi-lagi, ketiadaan itu harus kita tetapkan sebagai lebih hakiki dari keberadaan.Namun jelaslah bahwa yang demikian ini mustahil. Olehnya itu, harus kita katakan bahwa Eksistensi itu tidak punya perbedaan dengan gerak itu sendiri. Kata lainnya, gerak adalah akibat niscaya dari kesempurnaan Aktual yang mandiri atau sederhana itu sendiri.

Kembali kita pada pertanyaan sebelumnya.."Jika Kesempurnaan Aktual adalah satu-satunya hakikat realitas dan dia sendiri adalah sesuatu yang tetap, maka mengapa ada gerak perupa penyikapan atas totalitas pada sebagian-sebagian"? Mengapa gerak linier yang konstan itu mewujud? Kenapa tidak totalitas saja yang eksis?
Kita bisa katakan, bahwa pengertian gerak adalah penyikapan totalitas melaui begaian-bagian...Jika gerak itu tidak linier dan satu arah, dimana ada perubahan dari bentuk yang lebih rendah kepada bentuk yang lebih tinggi, maka yang harus kita terima bukan lagi gerak, melainkan ketetapan...Jika kita menerima ketepan ini, maka gagasan tentang kesempurnaan sebagai sesuatu yang mesti melahirkan gerak sebagaimana yang sudah dijelaskan diatas menjadi tidak ada artinya lagi...Namun ini muntahil, oleh karena satu-satunya jalan adalah kita harus memberontak pada Eksistensi Sempurna tersebut, namun bagaimana bisa, bila keberadaan itu nyata-nyata eksis dan mustahil ditolak? Maka mustahillah menggugat Eksistensi Maha Sempurna...OLeh karenanya itu, tidak menjadi masalah untuk menegaskan bahwa gerak adalah aliran perubahan untuk mencapai totalitas pada bagian-bagian yang tersusun dalam model satu arah (struktur awal, tengah, dan akhir)..Yang demikian ini juga barangkali bisa membuka tabir dan kita punya kemungkinan besar untuk menjawab pertanyaan tentang kenapa materi itu ada, dan Dia harus mencipta)

Gerak adalah bukti Kesempurnaan..
Namun Kesempurnaan senantias tersembunyi dibalik penampakan
Engkau nampak melalui ketersembunyain, dan tersembunyi dalam penampakan...(Imam Maksum)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar