Rabu, 21 Juli 2010

Aku membaca buku Ayatullah Bagir Shadr..Judulnya Falsafatunna..Yang gemar mempelajari Filsafat Islam mungkin akan merasa akrab dengan buku ini...Aku tidak bicara tentang bagaimana Ayatullah Bagir Shadr mengulas teori pengetahuan (Epistemologi).Aku hendak mendedah secara singkat tentang persolan gerak..Sebab aku merasakan bahwa akhir-akhir ini pikiranku begitu terserap kedalam tema yang satu ini...Aku mengajak kalian semua untuk masuk kedalamnya..Dedalam seluk beluk tema perak dan perubahan, sebab pengertiannya tidak segampang yang kebayankan kita pahami..Gerak lebih dari pada itu..Ia adalah kabar yang memberi tahu kita tentang sesuatu Relaitas Ultim yang tanpanya, segala sesuatu menjadi mustahil...

Kita mulai saja...
Apa itu gerak?
Yaitu perpindahan dari satu posisi atau keadaan kepada keadaan lainnya...Namun Zeno mengatakan bahwa gerak itu ilusi, sebab gerak konstan berarti perubahan tanpa jeda pada titik persinggahan yang tak terbatas..Engkau bisa merangkai kalimat yang lebih sederhana dari yang kukatakan ini.AKu percaya, bahwa engkau telah dapat menangkap apa yang Zeno maksud dari kalimatku tersebut..Bila mengikuti Zeno, maka yang harus kita katakan adalah bahwa yang nyata adalah situasi diam, dan bukan gerak..Namun ini tidak bisa diterima, oleh karena kita sendiri merasakan dan menyadari bahwa ada perubahan dari satu keadaan kepada keadaan lain yang nyata direalitas itu sendiri...Sebiji jagung bergerak dari keadaannya semula menjadi buah jagung, dan sejumlah contoh lainnya..Ini nyata...Sekali lagi, ini kita sadari...Dan karenanya, gerak itu nyata, dan perubahan-perubahan itu ada...

Belumlah penelusuran kita ini selesai..Kita masih harus bertanya, tentang bagaimana gerak itu terjadi?
Air yang berada dalam temperatur nol derajat bisa mencapai seratus derajat Cc..Bagaimana ini bisa terjadi, jika tidak ada potensi intrinsik dalam diri air itu sendiri, untuk mencapai derajat yang lein dari sebelumnya? Karenanya, bisa kita katakan bahwa secara potensial, segala sesuatu yang bergerak itu (termasuk air) mempunyai kemungkinan atau potensi yang tidak terbatas..

Tetapi apa yang kita maksudkan dengan potensi tersebut?
Potensi adalah kemungkinan sesuatu untuk berubah menjadi lebih atau sebaliknya..Karena ia adalah kemungkinan, maka aktualisasainya bersandar pada Sebuah Eksistensi Penggerak..Jika tidak demikian, maka semestinya, gerak itu sendiri tidak akan terjadi, oleh karena dalam dirinya, ia telah berada (atau lebih tepatnya "sebagai") sesuatu yang aktual..Sederhananya, yang aktual pada dirinya itu tidak akan mungkin berubah...Dan kesimpulan sementara, kita bisa katakan bahwa yang menjadi sumber dari pada gerak haruslah suatu Eksistensi yang Aktual yang tidak pernah (mustahil) mengalami perubahan...
Tidak terlalu sulit memahami kenyataan logis pun filosofis seperti yang ku sampaikan di atas..Ketika sampai pada persolan tentang persentuhan atau hubungan antara Eksistensi yang Tetap dan realitas yang berubah, seluruh kekuatan pikir menjadi sama sekali dituntut...

Bagaimana yang Tetap itu mengakibatkan perubahan???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar