Minggu, 27 Juni 2010

Catatan Singkat Tentang Sejarah Islam

Setelah mengikuti kajian tentang filsafat sejarah, tiba-tiba pikiranku mengarah pada sejarah islam. kok bisa ya, umat yang punya kitab yang sangat sempurna ini justru menjadi umat yang paling terbelakang. kurang lebih seribu tujuh ratus tahun Qur'an melintasi sejarah kehidupan manusia. namun waktu yang begitu panjang tersebut tidak cukup bisa membuat umat islam menjadi garda terdepan bagi kemajuan hidup umat manusia. bahkan kini dan sebelumnya kita hanya menjadi bulan-bulanan dan obyek eksploitasi orang eropa.
Tak butuh waktu lama.cukup sedetik saja, sahabat-sahabat Nabi yang dalam bayangan kita mestilah orang-orang yang punya iman dan ketaatan pada kebenaran itu malah terpecah menjadi beberapa kelompok, dan kemudian melahirkan konfrontasi serta pertentangan, bahkan perang yang tak kalah sengitnya dengan perang-perang semasa nabi masih hidup. Umat yang begitu dekat jaraknya dengan kehidupan Nabi justru menjadi pihak yang tega menebas kepala Cucunda Nabi tercinta, "imam Husein". sedangkan Iman Hasan diracun oleh Istrinya. yang jelas, ia diracun bukan karena ada persoalan rumah tangga. demikian juga dengan keturunan iman husein.
Kita pun mengenal aliran teologi yang mengatakan bahwa Tuhan harus tetap dikatakan adil, meskipun ia memasukkan orang baik yang ikhlas dan jujur lahir-batin dedalam neraka.Wah...bagaimana bisa?kezhaliman dibalik menjadi keadilan? namun konseps yang anehi ini menjadi pandangan dan keyakinan teologis mayoritas umat islam. Sementara yang mengatakan bahwa Keadilan Tuhan adalah sama dengan keterbukaan tanpa batas dari diri-Nya untuk memberi karunia kepada yang berhak, justru menjadi golongan yang tidak populer...
Aku mulai mengerti kenapa Hasan Hanafi menulis buku yang begitu tebal (Kiri Islam) dan menyajikan pembahasan yang banyak sekali atas kenyataan-kenyataan dalam sejarah umat islam itu...tampaknya sejarah kita adalah sejarah kekuasaan. dan segala gagasan-gagasan tak masuk akal sebagaimana yang ku sebutkan diatas itu tidak mungkin dilahirkan oleh orang awam. konsep-konsep teologis yang rancu ini pastilah diproduk oleh orang-orang yang punya kekuatan dan kekuasaan, sebab hanya dengan itu, pandangan-pandangannya akan berpengaruh secara luas. Perpecahan yang terjadi sesaat saja setelah Nabi wafat juga tidak mungkin muncul dari sekadar perbedaan pendapat yang wajar. sebab beda pendapat pada mereka yang hidup dan mendengar kebenaran langsung dari Nabi Muhammad tak mungkin melahirkan konfilk dan perpecahan yang begitu besar dan berkepanjangan. mana mungkin orang-orang beriaman itu saling bermusuhan? bukankah orang beriman itu hanya keras kepada para pengingkar dan sangat mencinati sesama mukmin? ataukah kita akan berkata bahwa Firman ini keliru?
Kemudian ada yang mengatakan bahwa tidak perlulah kita menengok kembali sejarah yang kelam itu, sebab masa depan jauh lebih penting untuk dipikirkan. Apakah orang-orang ini tidak menyadari bahwa antara masa lalu dan hari ini dan juga tentang bagaimana esok hari itu saling berkaitan? mana mungkin kita bisa berharap tentang masa depan yang membahagiakan, ketika fondasi masa kini dan masa depan, yakni masa lalu itu tidak dipahami oleh kita sama sekali. Apakah mereka tidak memahami, bahwa antara awal dan akhir itu tidak terpisah. Ataukah mereka yang tak mau bicara pita hitam masa lalu itu punya kepentingan dengan kekuasaan, sehingga ia takut jika kepentingannya itu akan hancur kala hitam masa lalu diungkap?
Sejarah tak bisa ditutup-tutupi. Kelemahan tak bisa dipupuk. Kelut masa lalu tidak bisa dipoles dengan retorika kosong tanpa pijakan... Masa lalu harus dihadapkan pada mahkama analisa dan kejujuran, agar kita tahu bagaimana dasar hari ini itu dibangun, dan islam seperti apa dan orang beriman kayak apa yang pantas memangkul amanah sebagai pemimpin khafilah sejarah manusia dan kemanusiaan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar