Selasa, 29 Juni 2010

ILahi Diabaikan, HAM Porak-poranda

Hak Asasi Manusia.Apa itu HAM?
Mari kita ambil pengertian yang gampang saja...Pertama-tama tentang Hak...
Hak itu sama juga dengan kekuasaan..Sama juga dengan kepemilikan...Saya berhak atas meja ini..Karena meja ini milik saya.Saya memilikinya oleh karenanya sayalah yang membuatnya...Sedangkan membeli itu bukan ukuran hak yang primer...itu hak yang bersifat turunan saja...Tapi bagaimanapun juga, bahan baku meja itu tidak saya buat...Alam sudah menyediakannya, dan saya hanya merubah bentuknya sesuai dengan kebutuhan saya...Tanpa harus membincangkan lebih dalam lagi, cukuplah dikatakan bahwa alam itu ciptaan Tuhan...Dan Tuhan pasti memiliki maksud ketika mencipta

Demikian sehingga hak atau kepemilikan mutlak atas segala itu ada pada Tuhan...Bagaimana dengan kita?

Karena semua punya tujuan, bahkan binatang paling kecil dan rerumputan sekalipun, maka kita hanya bisa mempunyai hak atas sesuatu bila mana ada kaitan antara diri kita dengan tujuan penciptaan yang ditetapkan oleh Tuhan itu sendiri...

Apakah kita punya hak atas diri kita sendiri?
Jelas sekali, bahwa tak ada manusia yang menciptakan dirinya sendiri...Dirinya adalah ciptaan Tuhan..Karenanya dirinya tetap ada dalam kekuasaan Mutlak Sang Pencipta...Maka apa yang disebut hak asasi manusia itu sejatinya tidak ada...Yang eksis dan benar adalah hak Mutlak Tuhan...Manusia berhak atas dirinya jika ia menghubungkan eksistensinya dengan tujuan penciptaan...Sama saja dengan apa yang telah aku utarakan di atas...

Adapun kebebasan, hak untuk hidup, tetap tidak bisa berdiri diatas fondasi filsafat humanisme eksistensial yang menjadikan manusia bebas bertanggung-jawab sebagai ukurannya...Sebagaimana Sartre bilang...Bila manusia jadi ukuran, maka runtuhlah Hak Asasi itu sendiri, sebab tidak boleh ada manusia atau individu dan kelompok lain yang memaksa individu atau kelompok lainnya...Apa hak-mu atas diriku, sehingga engkau memerintah dan mengaturku? Jika aku bertanya begitu dan engkau tetap memaksa, maka engkau telah menghegemoni serta menginjak-injak hak asasiku...Lantas bagaimana???Jika setiap individu memang benar-benar bebas? Jika aku tidak berbuat salah karena ada hak orang lain yang harus aku hargai, maka itu artinya aku sedang mengalami alienasi...Yang lain mendeterminasi kebebasanku...Lantas di mana kebebasanku itu, jika demikian perkaranya???

Awalnya metafisika dibabat..
Lalu rasio dibatasi
Lalu segala tercerai-berai...Itulah Modernitas dan pasca-nya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar