Alastu Birabbikum? Kalu bala syahidna....
Bukankah Aku ini Tuhanmu...Benar, Engkau adalah Tuhanku...
Bagaimana mungkin kita bisa membenarkan bahwa Dia adalah Tuhan? Bukankah untuk membenarkannya, mestilah mengharuskan bahwa kita sudah mengenal Dia jauh sebelum persaksian itu terjadi...?
Dengan demikian, maka dapatlah dikatakan bahwa pengakuan kita akan ketuhanan-Nya adalah semacam nasehat sebelum kita lahir ke dunia ini...Dia hendak mengatakan bahwa "jika engkau sudah berada dalam alam dunia, maka janganlah sekali-kali engkau melupakan Diriku...Sebab jika engkau menyangkal ketuhanan-Ku, maka engkau menjadi tiada dengan sendirinya...
Kenapa demikian,?
Di alam rahim itu, Tuhan berkata "lihatlah dirimu...Setelah kita melaksanakan perintah itu, Dia pun berkata "bukankah aku ini Tuhanmu"? Satu-satunya makna dari peristiwa ini adalah bahwa yang kita saksikan adalah Dia, sebab tidak ada kaitan sama sekali antara perintanya kepada kita untuk melihat dengan pernyataan "bukankah Aku ini Tuhanmu"?
Yang mengenal dirinya, pastilah mengenal Tuhannya...
Dalam lain perkataan, bisa dibilang bahwa proses mengenal dirinya tak lain kecuali upaya untuk mengingat-ingat kembali kesejatian eksistesial kita sebagai manusia...Sedangkan eksistensi hakiki itu adalah Tuhan sendiri...Demikian sehingga apa saja yang kita saksikan di alam raya dan dalam diri kita adalah tanda yang mengingatkan kita kepada kesejatian diri...Betapa eloknya alam ini...Dengan demikian sama dengan kerinduang kita untuk kembali kepada keotentikan diri sendiri...Karenanya, berfikir itu sama dengan beriman...Sedangkan beriman itu sama dengan kita mesti merenungkan rahasia segala sesuatu dialam raya ini untuk mendapatkan kemakmuran dari padanya, dan sekaligus sebagai gerak mencapai kedirian yang sejati....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar