Kamis, 20 Mei 2010

Sedikit Tentang Teori Pengetahuan

Setiap bentuk pengetahuan pastilah bersandar pada fondasi yang bersifat ap-riori. Ketika kita menyaksiakan segala sesuatu dengan mata lahiriah, dengan seketika kita akan mengatkan bahwa segala sesuatu tersebut mempunyai pencipta yang menjadi syarat keberadaannya...Tetapi sejauh mana kebenaran pernyataan ini, memerlukan penelururan yang lebih radikal lagi...Karenanya, pertanyaan harus diarahkan kepada persoalan tentang apa dan dari mana hukum sebab-akibat itu sendiri?

Dimana ada eksistensi sebab, kita pasti menetapkan keharusan adanya akibat yang muncul dari padanya, demikian sebaliknya. Karenanya, tampaknya sebab dan akibat bukanlah rangkaian peristiwa material yang salah satunnya bisa mandari tanpa yang lain. Sebab akibat sejatinya merupakan relasi eksistensial itu sendiri, dan bukan dua hal yang saling terpisah dimana keduanya terhubung melalui sebuah penghubung yang mandiri...Singkatnya, konsep sebab akibat adalah apa yang kita sebut sebagi wujud atau eksistensi itu sendiri...
Sedangkan wujud sebagaimana yang tampak oleh intuisi dan rasio kita, merupakan sesuatu yang jelas pada dirinya sendiri...Karena itu pula, maka kita tidak bisa lagi memberi penjelasan apa-apa terhadapnya...Wujud menjadi jelas dengan dirinya sendiri...Sama halnya dengan hukum causalitas sebagai hukum yang bercorak self evident...Dalam kaitannya dengan konsep sebab-akibat ini, kita tidak bisa lagi mempertanyakan kesahihannya, dengan misalnya mengatakan "mengapa setiap akibat butuh sebab, begitupun sebaliknya...Hal ini persis sama dengan pertanyaan semisal "mengapa ada itu ada"?...

Kenyataan ini bagi Nietzche merupakan alasan tentang mengapa dia mengatakan bahwa kebenaran hanyalah sebentuk kekeliruan yang dengannya manusia tidak bisa hidup...Tetapi sejatinya, causalitas sebagai konsep apriori bukanlah sebuah kekeliruan sebagaimana yang disangkakan oleh Nietzche, melainkan ia merupakan kebenaran itu sendiri...Kenapa demikian, sebab kebenaran haruslah sesuatu yang jelas pada dirinya sendiri, dan karenanya dia tidak membutuhkan sesuatu yang lain sama sekali...Demikian juga dengan pertanyaan diatas, kita tidak perlu memberi jawaban tentang kenapa causalitas dan ada itu dapat ada...Kita tidak perlu mencari tahu lebih lanjut, cukuplah dirinya yang menjelaskan siapa dia sebenarnya...Nietzche memandang hukum berfikir tersebut sebagai kekeliruan yang dibutuhkan manusia, sebab bagi Niezche, kebenaran itu haruslah sesuatu yang perlu ditafsirkan lebih jauh...Padahal, kebenaran semestinya merupakan hal yang mandiri dengan dirinya sendiri, dan tidak membutuhkan tafsiran sama sekali dari sesuatu yang lain tentang dirinya...Kebenaran lebih tepat dikatakan sebagai sesuatu yang hadir dari pada sebagai sesuatu yang diperoleh...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar