Apa yang memberi manusia kreatifitas besar? yaitu cita-cita yang melampaui segala motif-motif yang terbatas...Bagaiamana dan seperti apakah cita-cita yang tidak terbatas itu?
Mula-mula, apa yang dinamakan dengan cita-cita adalah proyeksi keadaan kita di masa depan...Tetapi dimanakah batas masa depan itu? Sampai dimana semua proses ini akan berhenti?
Jika kita andaikan bahwa semua perubahan ini tidak mempunyai tujuan yang tetap, maka pengetian perubahan juga akan hilang dengan sendirinya...Setiap perubahan selalu meniscayakan "untuk apa"? Untuk apa segala sesuatu dikerjakan? Pun jika tidak ada tujuan pasti, maka untuk apa semua perubahan itu? Ataukah pikiran dan akal sehat harus dipaksa untuk menerima pengretian perubahan yang tidak bertujuan itu? Sebagaimana Nietzche yang mengatakan bahwa kebenaran adalah kekeliruan yang tanpanya manusia tidak bisa hidup...Jikapun demikian, kekeliruan yang bermanfaat itu sudah dengan sendirinya menetapkan secara kuat kebutuhan manusia akan tujuan yang pasti...Manusia adalah apa yang ia cita-citakan...
Jika tujuan itu tidak terbabatas, maka dalam dirinya, tujuan tersebut haruslah mencakup hari ini...Artinya, masa depan dan saat ini adalah dua hal yang pada dasarnya tunggal...Ini juga yang mungkin dimaksud dengan ketetapan, sebuah Eksistensi tunggal yang mengatasi setiap spasi dan batasan-batasan waktu...Dan karenanya, kita tidak bisa bergerak untuk mencari dirinya dengan ikhtiar yang mandiri, melainkan semata-mata pergerakan yang terjadi dan yang kita lakukan itu adalah karena kita diserap olehnya..Jika dengan diri kita hendak bergerak, maka dengan sendirinya dia sebagai totalitas tidak akan bisa diungkap. Dan karenanya, masa depan yang tak terbatas itu tidak akan bisa dihampiri...Sejatinya, kita mesti berada dalam sebuah keadaan yang pasif...Dan pada saat itu, pengertian aktif menjadi hadir dalam wajahnya yang sejati...Orang yang paling pasif adalah orang yang paling aktif, yaitu ketika ia memasrahkan diri intuk diserap atau ditarik oleh masa depan yang tidak terbatas tersebut...Semakin ia berihtiar, semakin dirinya tidak ada...Semakin ia berusaha, semakin ia merasa kosong dari kekuatan dan kehendak sama sekali...Keaktifannya adalah pasifitas itu sendiri...Dan passifitanya membuat ia menyatu sedemikian rupa dengan perubahan yang tidak mengenal kata diam, meski hanya sedetik saja...
Apalah Artinya syair dan surat cinta,
Jika Sang Kekasih telah didepan mata...(Jalaluddin Rumi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar