Senin, 24 Mei 2010

HMI DAN KEKUASAAN

Nilai Dasar Perjuanga (NDP) sebagai teks dasar HMI, berdiri diatas sejumlah kepentingan..Kepentingan tersebut adalah memjamin dan menjaga wajah Keindonesiaan yang plural ini...Artinya, secara tidak langsung, NDP itu sendiri akan sangat mempunyai kedekatan dengan Pancasila...Sebab Pancasila merupakan Ideologi Negara yang berdiri diatas kesatuan dalam keragaman yang ada di Indonesia ini...Demikian sehingga, wajah keberislaman yang hendak di tonjolkan oleh HMI sudah pasti hendak meneguhkan keislaman han toleran dan humanistik...Dan untuk itulah, satu-satunya jalan untuk menjaga kepentingan ini adalah dengan tetap menjadikan Pancasila sebagai nilai dasar yang mempersatuakan keragaman tersebut...Ini artinya, orientasi perkaderan yang dilakukan oleh HMI mestilah menegaskan identitas Negara sebagai institusi penjaga Pancasila...Demikian, sehingga kedekatakan HMI dengan Negara (kekuasaan) adalah sesuatu yang mesti muncul berdasarkan kepentingan yang implisit didalam NDP itu sendiri...

Dalam beberapa tulisan, ada sebagian Kader HMI yang mencoba meletakkan HMI sebagai aparatus ideologi (negara), berdasarkan kerangka analisa kaum neo-marxis (terutama Louis Althusser)...Jika ISA disini dipahami sebagai jaring-jaring kekuasaan yang berhaluan menetapkan kekuasaa Negara, maka HMI dapat dikatakan termasuk salah satu (bahkan yang paling utama) jaring-jaring tersebut...Tetapi yang perlu diperhatikan adalah bahwa kedekatan logis antara HMI dan Negara adalah keharusan dari paham pluralisme (keindonesiaan) yang disandang oleh HMI...Jikapun pada akhirnya Negara lebih condong menjadi komite kapitalis sebagaimana defenisi yang diberikan kaum marxis (tradisional), maka sudah barang tentu HMI akan terlibat dengan sendirinya, sebab kaderisasi kepemimpinan dalam konteks keindonesiaan merupakan logika dasar dari pada pendidikan yang dijalankan di HMI...Singkatnya, anatar HMI dan Negara, sungguh sangat tidak bisa dipisahkan...Namun yang perlu diingat adalah bahwa hubungan antara HMI dan Negara yang cenderung kapitalistik itu adalah hubungan yang tidak terjadi secara langsung...Akan tetapi dapat dikatakan bahwa HMI-lah yang paling bertanggung-jawab atas carut-marutnya kondisi negara...Meskipun tanggung-jawab itu tidak berhubungan secara langsung..Demikian pula, untuk memperbaiki keadaan Indonesia, maka HMI sebagai organisasi (pusat kaderisasi kepemimpinan di Indonesia) haruslah yang pertama-tama juga dibenahi...

Bagaimana membenahinya???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar